19 Sep 2014

[FF SERIES] A Coupon to Marry U Part 1


Annyeong Annyeong

Author datang dengan FF Pertama nihhh...
Karena masih baru... mungkin postingan FF ini akan sepi pengunjung~
But well, author akan sabar menanti para readers semuaaa bwahahahha
Okey, Happy reading~


“A Coupon to Marry U” Part 1

Author: Cho Ahna
Cast:
Kim Dae Hwa (OC)
Choi Siwon
Cho Kyu Hyun
Kim Yesung
Oh Nae Rin (OC)
Kim Jung Soo (Oppa Daehwa)
Lee Se Hee (OC)
Kim Dae Sung (Namdongsaeng Daehwa)
Kim Jongjin (Namdongsaeng Yesung)
Other Cast...
***
Pagi ini adalah hari pertama pembukaan toko bunga milik Kim Dae Hwa. Ia bangun pagi-pagi sekali karena saking bersemangatnya. Ia boleh berbangga karena meskipun toko itu dibuka atas modal dari ayahnya, namun bunga yang dijual di toko itu adalah hasil rangkaiannya sendiri.

“Ah!!! Aku sangat siap!!!”, serunya sambil berlari menuju ruang makan. “Pagi appa... “, ucapnya seraya mencium pipi ayahnya itu. “Hari ini ayah tampan sekali...”. ucapnya sambil duduk di salah satu kursi yang kosong.

“Haha.. kau ini... pagi-pagi sudah menyapa ayah, pasti ada sesuatu, iya kan?” tanya ayahnya curiga.

“Anni... em... hehe sebenarnya aku mau minta pendapat dari appa”

“Mengenai apa, oya bukannya hari ini hari pembukaan tokomu?”

“Geurae... apa sudah kau putuskan memakai nama apa?” sahut ibu Daehwa.

“Wahh daebak,,, eomma pintar sekali bisa menebak isi pikiranku...” Daehwa tercengang, kemudian memandang ayahnya, “Bagaimana appa? Menurut appa yang cocok itu Daehwa manis atau Daehwa cantik?”

“Mwo??? Manis? Cantik? Oh,,, sama sekali tidak cocok nuna, yang cocok itu daehwa pelit atau daehwa yang tidak menarik, hahhahaha” sahut Daesung yang muncul tiba-tiba.

“Mworaago? Kau ini!!! Apanya yang salah? Aku memang cantik. Awas kau bilang seperti itu lagi, tidak akan aku beri uang saku! Arra??” Daehwa menempeleng kepala adiknya itu.

“ Aduh sakit!!! Kalau Jung soo hyung pulang akan kulaporkan padanya. Dasar pelit!”

“mwo? Masih berani bicara, awas kau ya!!!” Daehwa menudingkan sendok ke arah adiknya itu.

“Hya,, sudahlah jangan bertengkar lagi, kalian ini kan sudah besar.” Ucap ayahnya melerai kedua anaknya tersebut. “kalau soal nama kau pikirkan sendiri saja ya... ayah tidak tau nama apa yang cocok untuk toko bunga.”

“Ne... aku berangkat dulu ...” ucap daehwa seraya bergegas keluar dan menaiki sepeda menuju toko bunganya.
---
Sesampainya di toko....

“Wah... tempat ini memang bagus dan strategis” gumam Daehwa seraya menciumi wangi bunga yang akan dibawanya ke halaman toko. Hari ini ia sibuk menata papan toko yang ia beri nama “Miracle” dan menata bunga di halaman sebagai penghias. “Ah... akhirnya aku punya toko,,, senangnya..” sambil menempelkan tulisan “Open” di pintu depan tokonya.

Sementara itu, di seberang jalan ada sebuah toko buku yang sekaligus cafe. Seseorang tengah memandang ke arah toko baru Daehwa. “Paman, sepertinya aku baru melihat toko itu...” tanya lelaki yang masih cukup muda kepada seorang lelaki paruh baya yang ada di dekatnya.

“oh... memang toko itu baru saja dibuka hari ini, dan kalau tidak salah, pemiliknya adalah putri dari seorang pengusaha kaya.” Jawab paman itu.

“Toko bunga ya... sepertinya kita harus memberikan salam penyambutan, paman.” Kata lelaki bernama Cho Kyuhyun itu dengan ramah. Kemudian ia mendatangi toko Daehwa, “Permisi..”

“Ne... selamat datang, ada yang bisa saya bantu? Kebetulan Anda adalah pelanggan pertama kami, tuan. Silakan melihat-lihat.” Sambut Daehwa ramah.

“Oh, maaf saya kesini bukan untuk membeli bunga, kebetulan saya adalah pemilik toko di seberang sana. Saya hanya ingin memberikan salam perkenalan karena toko ini masih baru disini. Perkenalkan, saya Cho Kyuhyun.” Ucapnya sambil membungkukan badannya.

“Ah... Mianhae... ternyata saya salah paham. Saya Kim Daehwa. Senang berkenalan dengan Anda. Terima kasih karena sudah menyempatkan untuk datang kemari”

“Ne... saya permisi dulu ya, karena masih ada urusan. Selamat bekerja ne... fighting” ucap Kyuhyun memberikan semangat kepada Daehwa dan kemudian berlalu.

“Khamsahamnida Kyuhyunssi!!!” teriak Daehwa sumringah.

Tak lama kemudian datanglah seseorang yang turun dari mobil mewah dengan pakaian rapi yang terlihat mahal. Lelaki itu memasuki toko daehwa dengan gaya yang sedikit angkuh.

“Selamat datang, tuan. Anda adalah pelanggan pertama kami. Silakan melihat-lihat bunga yang Anda suka dan kami akan memberikan sebuah kupon yang dapat Anda isikan permintaan Anda.”

“Hm... ini toko baru ya... pantas saja kotor sekali” kata lelaki itu dengan ekspresi yang susah dimengerti, mungkin sedikit menghina lebih tepatnya.

Daehwa terkejut sekali dengan perkataan lelaki itu. Ia tampak kesal namun ia mencoba bersikap tenang. “Iya betul, tuan. Kami memang masih baru buka hari ini. Kami minta maaf jika masih belum bisa memuaskan Anda”.

“Kau ini terlalu banyak bicara ya... memangnya bosmu tidak memberimu pelajaran tentang bagaimana bersikap baik pada pelanggan apa?” sahut lelaki itu ketus.

“Mwo?” Daehwa terkejut namun sedikit menahan diri. “Maaf tuan, tapi saya adalah pemilik dari toko ini.” Ucapnya seraya tetap mencoba untuk tersenyum.

“Huh, pantas saja. Kau pasti masih amatiran ya?”

“Hya! Cukup! Sebenarnya kau ini mau membeli bunga atau menghina tokoku eoh?” Daehwa mulai meninggikan suaranya. “Ah, jinjja!”

“Mwo? Kau marah? Hah...” Lelaki itu menarik napas singkat, “ tapi memang begitu kan kenyataannya?” ucapnya sambil berjalan menuju sebuat buket bunga tulip merah dan membawanya ke Daehwa. “Aku ambil yang ini... berapa harganya?”

Dengan malas Daehwa menuju kasir dan menuliskan paket bunga yang dipilih lelaki itu, “semuanya 5000 won”

“Mwo? Mahal sekali? Aku pikir harnganya hanya 3000 won”

“Kau mau beli atau tidak?” tanya Daehwa dengan wajah kesalnya yang belum berubah semenjak tadi.

“Cah... ige...” ucap lelaki itu seraya berlalu membawa bunga yang telah ia beli. Namun tak lama Daehwa memanggilnya.

“Hya, tunggu! Kau melupakan sesuatu.” Daehwa segera mendatangi lelaki yang tengah menoleh ke arahnya itu. “Ige... struk pembayarannya, dan ige silakan dibawa dan diisi permintaan apa saja. Ini khusus untuk 10 orang pelanggan pertama.” Ucap Daehwa seraya mengulurkan 2 carik kertas yang tadi dingenggamnya.

“Ige mwoya?” tanya lelaki itu bingung sembari menerima kertas itu dati Daehwa. “Aigoo... sama sekali tidak berguna. Memangnya kapan aku harus mengisi dan menyerahkannya padamu?”

“Kupon itu bisa diisi dan dikembalikan kapanpun.” Ucap Daehwa sambil menundukkan kepalanya. Dengan sedikit menahan kesal ia membungkukkan badannya ke arah lelaki itu, “Dan maafkan atas sikapku yang tidak sopan. Semoga Anda masih berkenan untuk kembali ke toko kami.”

“Hah... yang benar saja... aku tidak janji akan datang kesini lagi atau tidak.” Ucap lelaki itu seraya pergi meninggalkan Daehwa yang masih terpaku dalam posisinya tadi (membungkuk).

Tak lama ia berdiri seperti semula dan menghela nafas panjang. “Kesal, kesal, kesal!!! Kenapa pria itu sungguh menyebalkan? Sebenarnya siapa yang tidak memiliki sopan santun eoh? Seenaknya saja mengatai tokoku... Ya Tuhan... tolong tabahkan aku...” celoteh Daehwa meratapi nasib sialnya di hari pertama pembukaan tokonya.
***
Gimana gimana???
Pasti tanggapan pertama yang muncul di benak readers itu.. GJ dan abal-abal~
Hm.. author nyadar kok.. masih banyak typonya jugaa.. ceritanya juga pasaran dan gak sebagus author lain.. but please tinggalin jejak di kolom komentar bagi yang udah sempet baca okey??
#gomawo J
#bow

FanFiction and me


FanFiction...
Saya baru mengenal istilah itu sekitar 2 tahun lalu..
Saya tertarik dengan hal-hal yang berbau tulis menulis.. jadi tak lama setelahnya saya putuskan untuk mulai membuat beberapa story dengan cast member Super Junior
Asyik.. itu yang saya pikirkan pertama kali..
Yaa walaupun saya sudah menjalani hobi menulis cerita sejak masih duduk di bangku SMP dan alhamdulillah juga sudah membuat sekitar hampir 100 judul.. tapi baru kali ini bisa buat cerita dengan tokoh nyata yang punya karakter unik kaya oppadeul..
Yaa.. beberapa story lama saya rombak untuk dijadikan FanFiction sekaligus membuat cerita-cerita lain dengan ide dan inspirasi baru..
I love writing and it's just a hobby, not an obsession~