Annyeong
Annyeong
Author
datang dengan FF Pertama nihhh...
Karena masih baru... mungkin postingan FF ini akan sepi pengunjung~
But well, author akan sabar menanti para readers semuaaa bwahahahha
Okey, Happy reading~
Karena masih baru... mungkin postingan FF ini akan sepi pengunjung~
But well, author akan sabar menanti para readers semuaaa bwahahahha
Okey, Happy reading~
“A Coupon to Marry U” Part 1
Author:
Cho Ahna
Cast:
Kim Dae Hwa (OC)
Choi Siwon
Cho Kyu Hyun
Kim Yesung
Oh Nae Rin (OC)
Kim Jung Soo (Oppa Daehwa)
Lee Se Hee (OC)
Kim Dae Sung (Namdongsaeng Daehwa)
Kim Jongjin (Namdongsaeng Yesung)
Other Cast...
***
Pagi ini adalah hari pertama pembukaan toko
bunga milik Kim Dae Hwa. Ia bangun pagi-pagi sekali karena saking
bersemangatnya. Ia boleh berbangga karena meskipun toko itu dibuka atas modal
dari ayahnya, namun bunga yang dijual di toko itu adalah hasil rangkaiannya
sendiri.
“Ah!!! Aku sangat siap!!!”, serunya sambil
berlari menuju ruang makan. “Pagi appa... “, ucapnya seraya mencium pipi
ayahnya itu. “Hari ini ayah tampan sekali...”. ucapnya sambil duduk di salah
satu kursi yang kosong.
“Haha.. kau ini... pagi-pagi sudah menyapa
ayah, pasti ada sesuatu, iya kan?” tanya ayahnya curiga.
“Anni... em... hehe sebenarnya aku mau minta
pendapat dari appa”
“Mengenai apa, oya bukannya hari ini hari
pembukaan tokomu?”
“Geurae... apa sudah kau putuskan memakai
nama apa?” sahut ibu Daehwa.
“Wahh daebak,,, eomma pintar sekali bisa
menebak isi pikiranku...” Daehwa tercengang, kemudian memandang ayahnya,
“Bagaimana appa? Menurut appa yang cocok itu Daehwa manis atau Daehwa cantik?”
“Mwo??? Manis? Cantik? Oh,,, sama sekali
tidak cocok nuna, yang cocok itu daehwa pelit atau daehwa yang tidak menarik,
hahhahaha” sahut Daesung yang muncul tiba-tiba.
“Mworaago? Kau ini!!! Apanya yang salah? Aku
memang cantik. Awas kau bilang seperti itu lagi, tidak akan aku beri uang saku!
Arra??” Daehwa menempeleng kepala adiknya itu.
“ Aduh sakit!!! Kalau Jung soo hyung pulang
akan kulaporkan padanya. Dasar pelit!”
“mwo? Masih berani bicara, awas kau ya!!!”
Daehwa menudingkan sendok ke arah adiknya itu.
“Hya,, sudahlah jangan bertengkar lagi,
kalian ini kan sudah besar.” Ucap ayahnya melerai kedua anaknya tersebut.
“kalau soal nama kau pikirkan sendiri saja ya... ayah tidak tau nama apa yang
cocok untuk toko bunga.”
“Ne... aku berangkat dulu ...” ucap daehwa
seraya bergegas keluar dan menaiki sepeda menuju toko bunganya.
---
Sesampainya di toko....
“Wah... tempat ini memang bagus dan
strategis” gumam Daehwa seraya menciumi wangi bunga yang akan dibawanya ke
halaman toko. Hari ini ia sibuk menata papan toko yang ia beri nama “Miracle”
dan menata bunga di halaman sebagai penghias. “Ah... akhirnya aku punya toko,,,
senangnya..” sambil menempelkan tulisan “Open” di pintu depan tokonya.
Sementara
itu, di seberang jalan ada sebuah toko buku yang sekaligus cafe. Seseorang
tengah memandang ke arah toko baru Daehwa. “Paman, sepertinya aku baru melihat
toko itu...” tanya lelaki yang masih cukup muda kepada seorang lelaki paruh
baya yang ada di dekatnya.
“oh...
memang toko itu baru saja dibuka hari ini, dan kalau tidak salah, pemiliknya
adalah putri dari seorang pengusaha kaya.” Jawab paman itu.
“Toko
bunga ya... sepertinya kita harus memberikan salam penyambutan, paman.” Kata
lelaki bernama Cho Kyuhyun itu dengan ramah. Kemudian ia mendatangi toko
Daehwa, “Permisi..”
“Ne...
selamat datang, ada yang bisa saya bantu? Kebetulan Anda adalah pelanggan
pertama kami, tuan. Silakan melihat-lihat.” Sambut Daehwa ramah.
“Oh,
maaf saya kesini bukan untuk membeli bunga, kebetulan saya adalah pemilik toko
di seberang sana. Saya hanya ingin memberikan salam perkenalan karena toko ini
masih baru disini. Perkenalkan, saya Cho Kyuhyun.” Ucapnya sambil membungkukan
badannya.
“Ah...
Mianhae... ternyata saya salah paham. Saya Kim Daehwa. Senang berkenalan dengan
Anda. Terima kasih karena sudah menyempatkan untuk datang kemari”
“Ne...
saya permisi dulu ya, karena masih ada urusan. Selamat bekerja ne... fighting”
ucap Kyuhyun memberikan semangat kepada Daehwa dan kemudian berlalu.
“Khamsahamnida
Kyuhyunssi!!!” teriak Daehwa sumringah.
Tak
lama kemudian datanglah seseorang yang turun dari mobil mewah dengan pakaian
rapi yang terlihat mahal. Lelaki itu memasuki toko daehwa dengan gaya yang
sedikit angkuh.
“Selamat
datang, tuan. Anda adalah pelanggan pertama kami. Silakan melihat-lihat bunga
yang Anda suka dan kami akan memberikan sebuah kupon yang dapat Anda isikan
permintaan Anda.”
“Hm...
ini toko baru ya... pantas saja kotor sekali” kata lelaki itu dengan ekspresi
yang susah dimengerti, mungkin sedikit menghina lebih tepatnya.
Daehwa
terkejut sekali dengan perkataan lelaki itu. Ia tampak kesal namun ia mencoba
bersikap tenang. “Iya betul, tuan. Kami memang masih baru buka hari ini. Kami
minta maaf jika masih belum bisa memuaskan Anda”.
“Kau
ini terlalu banyak bicara ya... memangnya bosmu tidak memberimu pelajaran
tentang bagaimana bersikap baik pada pelanggan apa?” sahut lelaki itu ketus.
“Mwo?”
Daehwa terkejut namun sedikit menahan diri. “Maaf tuan, tapi saya adalah pemilik
dari toko ini.” Ucapnya seraya tetap mencoba untuk tersenyum.
“Huh,
pantas saja. Kau pasti masih amatiran ya?”
“Hya!
Cukup! Sebenarnya kau ini mau membeli bunga atau menghina tokoku eoh?” Daehwa
mulai meninggikan suaranya. “Ah, jinjja!”
“Mwo?
Kau marah? Hah...” Lelaki itu menarik napas singkat, “ tapi memang begitu kan
kenyataannya?” ucapnya sambil berjalan menuju sebuat buket bunga tulip merah
dan membawanya ke Daehwa. “Aku ambil yang ini... berapa harganya?”
Dengan
malas Daehwa menuju kasir dan menuliskan paket bunga yang dipilih lelaki itu,
“semuanya 5000 won”
“Mwo?
Mahal sekali? Aku pikir harnganya hanya 3000 won”
“Kau
mau beli atau tidak?” tanya Daehwa dengan wajah kesalnya yang belum berubah
semenjak tadi.
“Cah...
ige...” ucap lelaki itu seraya berlalu membawa bunga yang telah ia beli. Namun
tak lama Daehwa memanggilnya.
“Hya,
tunggu! Kau melupakan sesuatu.” Daehwa segera mendatangi lelaki yang tengah
menoleh ke arahnya itu. “Ige... struk pembayarannya, dan ige silakan dibawa dan
diisi permintaan apa saja. Ini khusus untuk 10 orang pelanggan pertama.” Ucap
Daehwa seraya mengulurkan 2 carik kertas yang tadi dingenggamnya.
“Ige
mwoya?” tanya lelaki itu bingung sembari menerima kertas itu dati Daehwa.
“Aigoo... sama sekali tidak berguna. Memangnya kapan aku harus mengisi dan
menyerahkannya padamu?”
“Kupon
itu bisa diisi dan dikembalikan kapanpun.” Ucap Daehwa sambil menundukkan
kepalanya. Dengan sedikit menahan kesal ia membungkukkan badannya ke arah
lelaki itu, “Dan maafkan atas sikapku yang tidak sopan. Semoga Anda masih
berkenan untuk kembali ke toko kami.”
“Hah...
yang benar saja... aku tidak janji akan datang kesini lagi atau tidak.” Ucap
lelaki itu seraya pergi meninggalkan Daehwa yang masih terpaku dalam posisinya
tadi (membungkuk).
Tak
lama ia berdiri seperti semula dan menghela nafas panjang. “Kesal, kesal,
kesal!!! Kenapa pria itu sungguh menyebalkan? Sebenarnya siapa yang tidak
memiliki sopan santun eoh? Seenaknya saja mengatai tokoku... Ya Tuhan... tolong
tabahkan aku...” celoteh Daehwa meratapi nasib sialnya di hari pertama
pembukaan tokonya.
***
Gimana
gimana???
Pasti
tanggapan pertama yang muncul di benak readers itu.. GJ dan abal-abal~
Hm.. author nyadar kok.. masih banyak typonya jugaa.. ceritanya juga pasaran dan gak sebagus author lain.. but please tinggalin jejak di kolom komentar bagi yang udah sempet baca okey??
Hm.. author nyadar kok.. masih banyak typonya jugaa.. ceritanya juga pasaran dan gak sebagus author lain.. but please tinggalin jejak di kolom komentar bagi yang udah sempet baca okey??
#gomawo
J
#bow

